NAMA : NURUL
AMALIA
NPM : 18011382
MATA KULIAH : KONSELING
KELUARGA
PRODI : BIMBINGAN
DAN KONSELING
ARTIKEL
TEKNIK-TEKNIK KOSELING KELUARGA
Teknik konseling adalah teknik
yang dimiliki setiap konselor dalam setiap tahap konseling. Teknik konseling
adalah bagaimana konselor memiliki cara yang tepat dalam memahami dan merespon
keadaan klien, terutaman emosinya, dan bagaiman melakukan tindakan postif dalam
usaha perubahan perilaku klien kearah yang positif.
A. TEKNIK
KONSELING KELUARGA DALAM PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan
sistem yang di kemukakan oleh Perez (1979) mengembangkan sepuluh teknik
konseling keluarga yaitu sebagai berikut.
Sculpting
(mematung) saat ketika klien diberikan kesempatan untuk menyatakan kesempatan, Role Playing (bermain peran) teknik
memberikan peran, Silence (diam), Confrontation (konfrontasi), Teaching via Questioning, Listening,
Recapitulating (Mengikhitisarkan), Summary
(Merangkum/ menyimpulkan), Clarification
(Klariiflkasi), dan Reflection (Refleksi)
B. SKILL
INDIVIDUAL YANG PERLU DIKUASAI KONSELOR
1. TEKNIK-TEKNIK YANG BERHUBUNGAN
DENGAN PEMAHAMAN DIRI
Teknik-teknik yang berhubungan
dengan pemahaman diri dibagi ke dalam tujuh kelompok yaitu :
a. Listening skill
keterampilan mendengarkan yangterdiri dari attending, paraphrasing, clarifying,
perception.
b. Leading skill
(keterampilan memimpin) yang terdiri dari indirect leading, direc leading,
focusing, questioning.
c. Reflecting skill
(keterampilan merefleksi) seperti reflecting feeling /merefleksi perasaan,
reflenting ekperience/ repleksi ekspresi, reflecting contenet.
d. Summarizing skill
(keterampilan menyimpulkan)
e. Confronting skill
(keterampilan mengkofrontasi) seperti mengkonfrontasi perasaan-perasaan,
pengalaman, pendapat-pendapat, meningkatkan konfrotasi diri, membuka perasaan-perasaan
dan memudahkan munculnya perasaan-perasaan.
f. Interpreting skill
(keterampilan menafsirkan)
g. Informing skill
(keterampilan menginformasikan)
2.
KETRAMPILAN UNTUK MENYENANGKAN
DAN MENANGANI KRISIS
Ketrampilan ini berhubungan
dengan klien atau siapa saja yang mengalami krisis agar konselor mampu
merespons dengan flesibel, cepat dan aktif, serta mencapai tujuan-tujuan yang
terbatas.
a. Keterampilan
mengadakan kontak
b. Keterampilan
menentramkan hati klien
c. Keterampilan untuk
memberi relax/santai
d. Meringankan krisis
dengan cara mengubah lingkungan klien
e. Mengembangkan alternati-alternatif, dengan persepsi realistik, mengurangi ketegangan, membuat
suatu komitmen tangtangan
f. Keterampilan merferal
klien.
3.
KETRAMPILAN UNTUK MENGADAKAN
TINDAKAN POSITIF DAN PERUBAHAN PERILAKU KLIEN
Keterampilan ini banyak diwarnai oleh
aliran behavioral (terapi perilaku). Tujuannya, agar setelah konseling klien
mengalami perubahan prilaku dan mampu melakukan tindakan positif. Metode
ini mempunyai karakteristik seperti: pendekatan empirik objektif terhadap
tujuan-tujuan klien dan perubahan terhadap lingkungan klien. Adapun
keterampilan teknik yang termasuk dalam bagian ini adalah:
a. Modeling (metode belajar dengan cara mengalami atau memperhatikan perilaku orang lain.
b. Rewarding skill (keterampilan
memberikan reward atau ganjaran).
c. Contracting (keterampilan mengadakan
perseyujuan dengan klien).
KESIMPULAN
Dalam melakukan
konseling keluarga seorang konselor juga harus memiliki skill-skill tertentu
seperti teknik-teknik yang berhubungan dengan pemahaman diri, keterampilan
untuk menyenangkan dan menangani krisis. Keterampilan ini berhubungan dengan
klien atau siapa saja yang mengalami krisis, agar supaya konselor mampu
merespon dengan fleksibel, cepat dan aktif, serta mencapai tujuan-tujuan yang
terbatas. keterampilan untuk mengadakan tindakan posistif dan perubahan prilaku
klien, keterampilan ini tampaknya banyak diwarnai oleh aliran behavioral
therapy (terapi prilaku). Perubahan prilaku ini adalah masalah teknologi, dan
bukan masalah sistem etika.
DAFTAR PUSTAKA
Willis, Sofyan S. 2008. Konseling Keluarga (Family
Counseling). Bandung: Alfabeta
Komentar
Posting Komentar